Alamat Toko - Jl. Raya Jati Asih No.51 Rt.4 Rw.004 Jati Asih. Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Buka Setiap Hari : pk 08.00 - 17.00 WIB (Waktu Shalat Tutup Sementara). Tanggal Merah Tetap Buka (Kecuali Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha).

Waktumu Dihabiskan Untuk Apa ???

KategoriBuku Nasehat, Pustaka At Taqwa
Di lihat169 kali
Harga Rp 33.000
Beli Sekarang
083823907264 sms 083823907264 083823907264 syanayyaherbal@gmail.com

Detail Produk Waktumu Dihabiskan Untuk Apa ???

Pembahasan masalah waktu atau umur, merupakan pembahasan yang penting. Karena waktu atau umur ini merupakan rasul maal (modal), waktu merupakan kehidupan, dan jika seseorang tidak memanfaatkan modal ini dengan sebaik-baiknya maka ia akan merugi. Tinggal bagaimana kita menggunakannya, apakah untuk kebaikan, beramal shalih, ketaatan kepada Allah atau untuk dosa dan maksiat atau suatu yang sia-sia. ‘ Oleh karena itu Allah berfirman,
“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, I kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)

Di dalam ayat ini Allah – Subhanahu Wa Ta’ala – bersumpah dengan waktu dan menjelaskan bahwa semua manusia merugi. Kemudian Allah Ta’ala mengecualikan bahwa orang-orang yang tidak merugi atau orang-orang yang beruntung dan bahagia adalah:

1. Orang-orang yang menggunakan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat.
2. Orang-orang yang beriman kepada Allah dengan keimanan yang benar.
3. Orang-orang yang melaksanakan amal-amal shalih dengan ikhlas karena Allah dan ittiba’ (mengikuti) Rasulullah – Sholallahu Alaihi Wassalam –
4. Orang-orang yang senantiasa saling menasehati dengan kebenaran.
5. Orang-orang yang senantiasa saling menasehati dengan kesabaran.

Surat Al-‘Ashr ini pendek tapi maknanya sangat luas. Surat ini sebagai hujjah untuk manusia, sampai Imam Asy-Syafi’i (wafat th. 204 H) berkata, “Seandainya manusia mencermati surat ini secara seksama, niscaya surat ini sudah mencukupi mereka.” [ lihat : Tafsiir Ibni Katsiir (VIII/479), cet. Daar Thaybah]

Kita diciptakan oleh Allah – Subhanahu Wa Ta’ala – untuk beribadah kepada Allah, sebagaimana firman Allah Ta’ala,
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56)

Jadi waktu kita di dalam hidup ini diperintahkan oleh Allah untuk beribadah kepada Allah Kita harus meluangkan waktu dan menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah Dan kita diciptakan oleh Allah tidak sia-sia. Ketika orang kafir menyangka bahwa mereka diciptakan hanya untuk bermain-main, bersenda gurau dan tidak akan dikembalikan kepada Allah, maka Allah berfirman,
“Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwasanya kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mu’minuun: 115)

Kita diciptakan oleh Allah untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban kepada Allah dan melaksanakan kewajiban-kewajiban kepada makhluk. Allah – Subhanahu Wa Ta’ala – juga memberikan umur kepada manusia sebagai peringatan bagi mereka, Allah Ta’ala berfirman,
“… (Dikatakan kepada mereka), ‘Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk
dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan?…'” (QS. Faathir: 37)

Sebagian ulama menjelaskan bahwa umur yang diberikan kepada mereka adalah empat
puluh tahun, dan sebagian ulama lagi mengatakan enam puluh tahun. Sebagaimana di dalam hadits;
“Allah memberikan uzur kepada seseorang sampai Allah akhirkan ajalnya sampai 60 tahun.”[ Shahih: HR. Al-Bukhari (no. 6419) ]

Dan memang umur ummat Nabi Muhammad – Sholallahu Alaihi Wassalam – antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun, dan sedikit sekali yang bisa lebih dari itu, bcrdasarkan sabda Nabi
“Umur ummatku antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun. Dan sedikit sekali dari mereka yang melebihi itu.” [Shahih: HR. Ibnu Majah (no. 4236) dan At-Tirmidzi (no. 3550), dari Shahabat Abu Hurairah,Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahiih Al-Jaami’ish Shaghiir (no. 1073) dan Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah (no. 757) ]

Artinya Allah sudah memberikan peringatan hingga rmpat puluh tahun kepada orang tersebut dan mestinya sudah cukup untuk menyadari bahwa manusia pasti mati dan akan kembali kepada Allah. Oleh karena itu |Mra ulama mengatakan bahwa jika seseorang sudah berumur lebih dari empat puluh tahun atau sudah lebih (Kiri lima puluh tahun akan tetapi tidak ada perubahan dalam hidupnya, kemungkinan sudah sulit bagi orang tersebut untuk bertaubat kepada Allah – Subhanahu Wa Ta’ala – .
Allah sudah memberikan peringatan agar mereka kembali ke jalan yang benar, yang dengan peringatan-peringatan tersebut mereka akan taubat kepada Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tidak kembali ke jalan yang benar dan tidak bertaubat kepada Allah

Setiap umur yang kita lewati, pada hakikatnya bukan bertambah melainkan umur kita berkurang. Kalau kita memiliki umur enam puluh tahun, dan saat ini kita sudah berumur lima puluh tahun, maka waktu kita di dunia ini tersisa sepuluh tahun lagi. Mestinya hal yang seperti itu menjadi peringatan kepada kita bahwa ajal kita sudah dekat, meskipun ajal tersebut tidak ada satu orang pun yang tahu.

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti (QS. Yaasiin: 68)

Pada saat kita mengetahui ada seorang Muslim yang meninggal dunia, kita mengucapkan kalimat:
“Sesungguhnya kami ini milik Allah dan kami akan kembali kepada Allah/’

Di dalam buku ini, penulis akan bahas tentang pentingnya waktu dalam kehidupan seorang Mukmin. bagaimana kita mengatur waktu dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya agar kita menjadi orang yang beruntung.

Pengiriman

Rekening Bank

Hadi Putra 5725122702
Joko Rohadi 1030004548018
Joko Rohadi 0335564161
Hadi Putra 211301001717530

Hubungi Kami

083823907264
083823907264
083823907264
syanayyaherbal@gmail.com